10 Mitos Kecantikan Yang Perlu Diketahui Agar Usahamu Tampil Cantik Tak Sia-Sia

SokTau – Semua perempuan tentu ingin tampil cantik dan menarik. Berbagai usaha akan dilakukan demi menjaga penampilan fisik tetap prima. Sayangnya, tak semua dari kita benar-benar paham perkara kecantikan. Banyak dari kita yang “salah kaprah” dan justru menganggap mitos-mitos kecantikan sebagai fakta.

10 Mitos Kecantikan Yang Perlu Diketahui Agar Usahamu Tampil Cantik Tak Sia-Sia

Mitos-mitos Kecantikan

Nah, di artikel kali ini, kami akan membantu Anda mengupas mitos-mitos populer seputar kecantikan. Agar usahamu untuk tampil cantik tak jadi sia-sia, pelajari dulu yuk mitos-mitos kecantikan yang mungkin masih kamu anggap sebagai fakta berikut ini!

Selama Ini Cewek Sering Memotong Rambut Dengan Harapan Rambutmu Bisa Tumbuh Lebih Cepat? Namun, kenyataannya “Tidak Bisaaa”

Dr Heidi Waldorf, ahli dermatologi di Mount Sinai Medical Center di New York menjelaskan bahwa memotong atau mencukur rambut hanya berpengaruh pada bagian ujungnya saja. Memotong rambut tak akan berpengaruh pada bagian akar sehingga tidak ada kaitannya dengan pertumbuhan. Mungkin, tampilan rambut sekadar terlihat berbeda saja. Ujung-ujungnya yang semula runcing berubah lebih tumpul setelah dipotong. Tapi, bukan berarti rambut  akan tumbuh lebih cepat, panjang, atau bahkan tebal. Kalau ingin punya rambut panjang bukan memotong rambut solusinya. Melainkan merawat rambut sebaik mungkin agar rambutmu tetap tumbuh tebal dan sehat.

Sering Menyisir Rambut Tidak Akan Membuat Rambut Anda Rontok

Fakta yang diungkap justru sebaliknya. Menyisir rambut tak akan menyebabkan kerontokan, tapi justru merangsang folikel dan merangsang pertumbuhan rambut. Folikel rambut adalah kantung dimana rambut mulai tumbuh dan kelenjar minyak berada. Folikel dilapisi sel-sel yang berasal dari lapisan epidermis luar. Setiap folikel biasanya mengalami siklus tumbuh dan kemudian istirahat setelah 5 tahun dengan 90% folikel yang bersama-sama menumbuhkan rambut sekitar 15 cm per tahun.

Jangan Takut Bercukur Atau Melakukan Waxing

Apakah Anda sering takut untuk mencukur bulu halus di ketiak, kaki, dan tangan karena khawatir justru tumbuh makin lebat?

Tenang, sebenarnya anggapan bahwa mencukur bulu halus di badan bisa membuatnya tumbuh lebih lebat hanyalah mitos semata. Dalam sebuah penelitian dilakukan percobaan pada 5 orang laki-laki yang mencukur bulu halus di kaki kanan mereka setiap minggu, dan membiarkan kaki kiri mereka tetap ditumbuhi bulu. Hasilnya tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pertumbuhan rambut pada kaki yang rutin dicukur maupun tidak. Dari penelitian yang sama juga terungkap bahwa ada faktor lain yang berpengaruh pada tumbuh lebatnya bulu, yaitu pengaruh genetik, kebiasaan menggaruk bagian yang berbulu halus secara berlebihan, hingga karena pengaruh hormonal.

Jangan Pernah Tergoda Menggunakan Pasta Gigi Sebagai Obat Jerawat. Kecuali Letak Jerawatmu Di Dalam Rongga Mulut

Selain berguna untuk membersihkan gigi, pasta gigi seringkali dianggap ampuh mengatasi masalah jerawat. Pasalnya, pasta gigi mengandung silika yang bisa mengeringkan dan mengempiskan jerawat. Sayangnya, gak semua jenis kulit kuat diolesi pasta gigi. Jenis kulit yang sensitif justru sangat mungkin mengalami iritasi dan jerawat pun semakin parah. Daripada pasta gigi, benzoil peroksida dan asam salisilat atau recornicol lebih disarankan. Intinya jika jerawat Anda masih tumbuh di kening, pipi, dagu, punggung dan bukan di rongga mulut.

Keberadaan Selulit Hanya Harus Diterima. Olahraga dan Diet Terbukti Tidak Bisa Menghilangkannya

Faktor utama yang mengakibatkan munculnya selulit adalah faktor genetika dan hormon. Bahkan, tak ada cara permanen untuk menghilangkan selulit sekalipun kamu rajin berolahraga atau melakukan sedot lemak sekalipun. Selulit merupakan timbunan lemak yang terjebak diantara jaringan kulit. Lemak yang terjebak ini akan menimbulkan tekstur yang kental. Sebenarnya, faktor genetika lah yang paling menentukan apakah seseorang akan mempunyai selulit atau tidak. Hal ini pun tak ada kaitannya dengan masalah berat badan. Meskipun tak bisa dihilangkan, bukan berarti jumlah selulit tak bisa dikurangi. Penggunaan krim pengencang kulit dan pelembab terbukti ampuh menutupi selulit.

Di Usia 20-an Anda Merasa Belum Perlu Krim Anti-Aging

Setiap orang punya kulit yang berbeda-beda layaknya pada sidik jari. Seseorang mungkin sudah mulai berkeriput atau muncul garis-garis halus di kulitnya saat usia 20-an, sedangkan yang lain beruntung tak mengalami hal ini bahkan saat usianya sudah 30-an. Selain faktor genetika dan gaya hidup yang mempengaruhi, paparan sinar matahari juga akan sangat mempengaruhi. Masalah kulit yang mengalami penuaan bisa terjadi pada siapa saja dengan usia yang tak tentu.

Benarkah Ungkapan, “Cabut Uban Satu, Lalu Tumbuh Seribu?”

Munculnya uban memang mengganggu penampilan. Bahkan, uban sering menimbulkan rasa gatal sehingga ibu atau ayah kita lebih suka mencabutnya. Namun, banyak juga yang percaya bahwa mencabut uban justru mengakibatkan uban tumbuh lebih banyak. Apa Anda juga percaya?

Jumlah folikel rambut tak dapat bertambah. Mencabut rambut putih juga tak akan membuat rambut di sekitarnya menjadi putih – Elizabeth Cunnane Phillips, ahli perawatan rambut dan kulit kepala di New York.

Jerawatan Gara-Gara Banyak Makan Coklat itu hanya  Mitos!

Meski banyak orang yang percaya akan mitos ini, coklat nyatanya tak berkaitan dengan timbulnya jerawat. Jerawat muncul akibat pola makan yang tak teratur dan perubahan hormon yang sifatnya alamiah. Coklat sering dianggap sebagai biang kerok munculnya jerawat lantaran banyak dari kita yang senang makan coklat saat stres. Pasalnya, coklat mengandung zat phenlethylamine yang mirip dengan amphetanine. Zat ini bisa meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang kemudian menghasilkan dopamine. Dopamine terbukti ampuh memunculkan perasaan senang dan memperbaiki suasana hati. Nah, kondisi streslah yang sebenarnya mengakibatkan jerawat dan bukannya lantaran kamu makan coklat!

Proteksi Dari Krim Pelindung Matahari Tidak Ditentukan Oleh Kadar SPF-nya. Melainkan Seberapa Sering Anda Rajin Mengoleskannya

Makin banyak orang yang menyadari risiko paparan sinar matahari dan akhirnya memilih untuk melindungi kulit. Namun, kita seringkali bingung memilih produk tabir surya yang harus digunakan. Banyak pula yang percaya bahwa jumlah kandungan Sun Protection Factor (SPF) yang tertera pada kemasan adalah penentunya. Semakin tinggi jumlah SPF maka semakin tinggi proteksi yang diberikan. Bukan perkara seberapa kuat, jumlah SPF sebenarnya menentukan berapa lama seseorang akan terlindungi dari paparan sinar matahari sebelum kulitnya terbakar. Misalnya, kamu bisa mengoleskan tabir surya dengan SPF 15 saat akan keluar rumah dan menggunakannya kembali setelah 6 jam kemudian.

Baca juga: 10 Tips Keren Memakai Kemeja Gombrong Bagi Wanita Berhijab

Apa Benar Duduk dengan Menyilangkan Kaki Bisa Mengakibatkan Varises

Varises tak akan muncul lantaran kebiasaanmu duduk dengan menyilangkan kaki. Menurut Kevin Pinski, seorang ahli dermatologi asal Chicago, pembuluh darah bisa muncul ke permukaan kulit lantaran kebiasaan berdiri dalam waktu lama dan faktor genetika. Jika pekerjaan atau kegiatan yang kamu lakoni sehari-hari mengharuskan kamu berdiri, maka kemungkinan mengalami varises pun makin tinggi. Pasalnya, terlalu lama berdiri akan memaksa jaringan vaskular bekerja lebih keras agar bisa memompa darah dari bagian kaki ke jantung.

Nah, sekarang Anda bisa lebih paham tentang mitos kecantikan yang semestinya perlu diketahui sehingga usaha tidak akan sia-sia.

Terima kasih sudah membaca artikel 10 Mitos Kecantikan Yang Perlu Diketahui Agar Usahamu Tampil Cantik Tak Sia-Sia, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...

Penulis : - January 6, 2017