Calon Ketum Perhimpunan Advokat Indonesia Sebut ,”Kinerja KPK dan Polri Sangat Lambat”

KPK-Polri

Kemelut KPK dan Polri merupakan sebuah masalah serius dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, hingga detik ini kemelut tersebut belum juga menemui titik tengah, keadaan yang seperti ini tentunya mengundang bnayak sekali reaksi dari berbagai pihak, dan salah satunya adalah Juniver Girsang ,Calon Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) periode 2015-2020.

Kisruh yang terjadi antara KPK dan juga Pori tak luput dari perhatian Juniver, ia menilai bahwa kemelut dua lembaga yang saat ini semakin meruncing merupakan sebuah dampak kelambatan kerja dari dua instituisi tersebut, cara kerja KPK dan Polri dinilai terlalu lamban dan santai sehingga konflik yang sedang dialami oleh keduanya semakin hari semakin berlarut-larut saja.

Kerja KPK dan Polri yang lamban jadikan masalah semakin berlarut-larut

Semakin hari kisruh KPK dan Polri semakin panas saja, setelah satu persatu para petinggi KPK diseret dlam berbagai kasus. Hal ini tentunya mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, jika satu-persatu petinggi KPK ditetapkan sebagai tersangka, maka bisa dipastika lembaga KPK akan segera lumpuh dan mengalami nonfungsi.

Menurut Juniver, keadaan ini adalah dampak dari kelambatan KPk dan Polri yang sangat lambat dalam menjalankan proses hukum, untuk melimpahkan proses penyelidikan dan penyidikan saja KPK dan Polri membutuhkan waktu dua tahun lamanya, hal ini dianggap oleh Juniver sebagai hal yang sangat lemot dan lamban sehingga wajar saja jika saat ini masalah KPK dengan Polri tidak juga kunjung berakhir.

Variabel politik yang lebih dominan bukan penegakkan hukum

Kekecewaan masyarakat dan para advokat terhadap lembaga Polri dan KPK tentunya sudah tidak terbendung lagi, apalagi setelah satu persatu petinggi KPK diseret dalam berbagai kasus, hal ini tentunay menjadi polemic besar di ranah pemerintahan Jokowi, kedua lembaga penegak hukum yang berperan central dalam pembenahan hukum Negara saat ini tengah mengalami kebobrokan akibat konflik yang tak kunjung kelar.

Dalam konteks ini berbagai pihak menilai bahwa, kinerja dari kedua lembaga tersebut memang sangat lamban sehingga menimbulkan kesan bahwa saat ini masalah utama yang dihadapi oleh dua instituisi tersebut bukan lagi masalah penegakan hukum, melainkan Variabel politik yang lebih mendominasi kisruh yag saat ini masih terus bergulir.

Terima kasih sudah membaca artikel Calon Ketum Perhimpunan Advokat Indonesia Sebut ,”Kinerja KPK dan Polri Sangat Lambat”, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...

Penulis : - February 7, 2015