Chairul Tanjung Tak Mempermasalahkan Jumlah Utang Luar Negeri

Chairul Tanjung the owner of Indonesia's Para Group speaks in an interview in Jakarta

Saat ini pemerintah memang mempermasalahkan adanya jumlah utang luar negeri (ULN) Indonesia. Jumlah utang Indonesia memang cukup besar namun menurut keterangan rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih rendah sehingga tidak terlalu membahayakan. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung tak ada masalah dengan hutang Indonesia pada luar negeri.

Selagi tidak terlalu membahayakan maka cukup aman bagi Indonesia. Ini adalah hal yang memang harus di garis bawahi dengan baik. Jangan sampai banyak orang yang menganggap bahwa Indonesia hanya bisa berhutang, maka hal ini harus ditekan semaksimal mungkin.

Meskipun hutang Indonesia semakain bertambah besar, namun pertumbuhan ekonimi terlihat semakin baik dan tidak terpengaruh dengan hal-hal tersebut. Bukan menjadi masalah untuk menghadapi pertumbuhan ekonomi sekarang ini apalagi memikirkan utang yang ada, yang penting adalah rasio terhadap GDP tetap mengecil.

Perkembangan pertumbuhan ekonomi yang ada di Indonesia memang cukup banyak bahkan terbilang sangat signifikan. Indonesia tidak boleh bangga dengan hal ini namun segera menuntaskan utang pada luar negeri. Semakin berkurang utang Indonesia maka itu menjadi hal yang jauh lebih baik. Hal ini memang secara terang-terangan diungkapkan oleh Chairul Tanjung dan menjadi bahan pertimbangan yang sangat baik bagi Indonesia agar perekonimiannya semakin maju dan baik.

Posisi ULN akhir Juni 2014 lalu tercatat US$ 284,9 miliar, kemudian meningkat UU$ 8,6 miliar atau hanya 3.1 persen dibandingkan dengan posisi akhir kuartal I-2014 sebesar UU$ 276,3 miliar. Peningkatan posisi ULN sendiri memang dipengaruhi adanya peningkatan kepemilikan non residen atas surat utang yang diterbitkan baik dari sector swasta, sector public serta adanya pinjaman dari luar negeri.

Dengan adanya perkembangan tersebut, rasio ULN terhadap produk domestic bruto (PDB) semakin meningkat tajam. Sementara disisi yang lain DSR yaitu rasio total dari pembayaran pokok dan bunga ULN relative terhadap total penerimaan adanya transaksi yang berjalan meningkat mencapai 46,42 persen pada kuartal yang sebelumnya. Ini adalah kabar yang cukup baik dan harus dihargai. Semoga sedikit ulasan yang kami sampaikan diatas dapat menambah wawasan anda.

Terima kasih sudah membaca artikel Chairul Tanjung Tak Mempermasalahkan Jumlah Utang Luar Negeri, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...

Penulis : - September 4, 2014