Dubes RI di Tolak, Hubungan Indonesia dan Brazil Semakin Memanas

Dubes RI di Tolak, Hubungan Indonesia dan Brazil Semakin Memanas1

Ketegasan pemerintah indonesi dalam menumpas setiap tidak kejahatan berbasis Narkotika, nampaknya sangat tidak mudah. Vonis hukuman mati yang ditetapkan Indonesia kepada seluruh gembong dan pengedar narkotika, seakan menjadi kontroversi tersendiri dalam masa pemerintahan Presiden Jokowi. Usia beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi mengeksekusi mati para terpidana kasus narkotika, saat ini Presiden juga menetapkan hukuman yang sama bagi para terpidana Narkotika asal Brazil.

Kebijakan Presiden Jokowi untuk mengeksekusi mati para terpidana Narkotika sal Barazil pada akhirnya ditanggapi dingin oleh pemerintah Brazil, bahkan kabarnya duta besar Indonesia di Brazilpun telah ditolak oleh pemerintah Brazil. Hal ini tentu saja bukan hal mudah bagi Jokowi dalam menindak segala bentuk kasus Narkotika di Indonesia. Butuh perjuangan dan mental baja bagi Presiden untuk membersihkan tubuh masayarakat Indonesia dari jerat kelam Narkotika.

Langkah keras  Indonesia ajukan protes untuk Pemerintah Brazil

Tindakan pemerintah Brazil yang menyatakan penolakan terhadap Dubes Indonesia di sana, seakan menjadi polemik krusial dalam ranah kepemimpinan Jokowi. Setelah mengalami hal serupa pasca menghukum mati para terpidana Australia, kini Jokowi juga dihadapakan kembali peda masalah serupa.

Terpidana narkotika asal Brazil yang akan segera dieksekusi mati oleh Indonesia, membuat hubungan Brazil dan juga inonesia terancam kandas. Gejolak politik yang tentunya kan meberikan dampak tidak baik untuk kedua Negara. Alhasil Menlu Retno Marsudipun segera memanggil Duta Besar Brazil yang ada di Indonesia untuk memberikan nota protes keras atas ditolaknya Toto Riyanto selaku DuBes Indonesia di Brazil ketika hendak memberikan surat mandat kepada Presiden Brasil  yaitu Dilma Rousseff.

Dua warga Negara Brazil akan segera di eksekusi mati

Penyebaran Narkotika di Indonesia yang tidak terkendali, membaut Presiden Jokowi menetapkan kebijakan mati bagi para pengedar Narkotika. Alhasil, pemerintahana Jokowi dianggap sebagai pemerintahan yang sangat berani, dimana dalam awal pemerintahanya saja ia sudah tegas untuk mengeksekusi mati para tersangga narkotika.

Namun langkah Jokowi ini terancam badai konflik dengan pemerintah Negara lain, yang tebaru adalah eksekusi mati yang kan segera dijatuhkan kepada seorang warga Brazil bernama Marco Archer yang merupakan gembong Nrakotika international. Tidak hanya Acher, Rodrigo Gularte yang juga merupakan warga Brazil akan ikut pula dieksekusi mati atas kasus yang sama dalam waktu dekat.

 

Terima kasih sudah membaca artikel Dubes RI di Tolak, Hubungan Indonesia dan Brazil Semakin Memanas, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...

Penulis : - February 22, 2015