Ini Dia Misteri Sepucuk Surat Super yang Buat Terpidana Kasus Narkotika Ini Batal Dieksekusi

Ini Dia Misteri Sepucuk Surat Super yang Buat Terpidana Kasus Narkotika Ini Batal Dieksekusi

Ditengah suasana berkabung para keluarga terpidana mati kasus narkotika, satu keluarga yang masih terlihat cemas. Ya, keluarga dari Marry Jane, wanita asal Filiphina tersebut kini masih belum juga menghadapi ajalnya di tangah para juru tembak lapas Nusakambangan Cilacap ,Jawa Tengah.

Wanita yang menjadi salah satu dari sembilan terdakwa kasus narkotika tersebut masih bisa bernafas, pasalnya hari Rabu, 29 April 2015 tepatnya pada pukul 00.25 WIB, Marry Jane mengalami penundaan hukuman mati, dimana kala itu ia tidak di sandingkan bersama 8 terpidana mati lainya yang telah bersiap menunggu ajal.

Pesan Super yang selamatkan nyawa Marry Jane

Awalnya Marry jane terpidana kasus narkotika asala Filipina tejlah bersiap untuk menjemput ajalnya di lapangan tembang lapas Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah. Namun menjelang detik-detik terakhirnya, tiba-tiba saja Marry Jane di bebaskan dari hukuman mati. Hal ini tentu saja membuat polemik di masayarakat, banyak publik menduga bahwa di balik penundaan hukuman Marry Jane tersebut ada sebuah konspirasi antara Presiden Jokowi dan Pemerintah Filiphina.

Namun hal tersebut terbantahkan usia, beberapa pihak terkait menyatakan pokok yang sebenarnya. Marry Jane batal dieksekusi kerena Presiden Jokowi telah menerima sepucuk pesan super yang menyatakan bahwa Marry merupakan salah seorang korban Human Traficking oleh majikanya di Filiphina. Surat terserbutlah yang menolong Marry dari ajalnya di lapangan tembak.

Jadi korban majikanya sendiri

Dengan datangnya surat tersebut, pada akhirnya hukuman mati marry Jane dapat ditangguhkan untuk sementara waktu. Meski hanya ditangguhkan sementara waktu, namun rasa bahagia keluarga Marry tak bisa di bendung lagi.

Marry Jane di bebaskan sementara waktu dari hukuan mati karena majikan yang di duga sebagai dalang dari perbuatan Marry menyerahkan diri ke pihak berwenang Filiphina. Marry diklaim sebagai salah satu korban human trafficking yang dilakukan oleh majikanya sendiri. Marry dikirim ke Indonesia untuk menyelundupkan paket heroin oleh majikanya yang bernama Maria Kristina Sergio yang merupakan pelaku perdagangan manusia di Filiphina. Dengan ditangkapnya gembong Human Traficking tersebut, Marry harus mengalami penundaan eksekusi sementara waktu untuk memberikan keterangan terkait kasus majikanya tersebut.

 

 

 

 

Terima kasih sudah membaca artikel Ini Dia Misteri Sepucuk Surat Super yang Buat Terpidana Kasus Narkotika Ini Batal Dieksekusi, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...

Penulis : - April 30, 2015