Jelang Eksekusi, Terpidana Mati Kasus Narkoba Ini Kirim Surat Untuk Presiden Jokowi

Jelang Eksekusi, Terpidana Mati Kasus Narkoba Ini Kirim Surat Untuk Presiden Jokowi

keputusan eksekusi mati yang merupakan kebijakan Presiden Jokowi untuk menumpas segala bentuk narkoba di Indonesia memang tengah menuai kontroversi dunia. Namun Presiden Jokowi seolah tidak gentar, meski banyak sekali boikot dari beberapa Negara. Eksekusi mati di Indonesia terehadap para pelaku tindak narkotika tetap saja di laksanakan.

Usai beberapa waktu lalu beberapa tersangka kasus narkotika telah dieksekuisi kini beberapa tersangka lainnya juga akan segera dieksekusi dan salah satun dari tersangka tersebut adalah Raheem Abagje yang merupakan terpidana mati kasus narkotika asal Spanyol.

Raheem Abagje, sebelum dieksekusi sampaikan pesan kepada Presiden Jokowi

Keputusan Presiden untuk mengeksekusi mati 10 terpidana kasus narkotika, seakan membuat banyak orang merasa sangat deg-degan terutama para juru tembak dan juga 10 terpidana. Raheem Abagje salah satunya, ia bersama 10 terpidana lainya akan segera dieksekusi matai oleh Kejaksaan Agung. Namun sebelum proses eksekusi mati tersebut Raheem sempat mengirimkan sebauh pesan kepada Presiden Jokowi.

Dalam pesan tersebut Raheem meniliskan  “Sebaiknay sistem pemerintahan di Negara Indonesia ini harus lebih diperbaiki, Sebab saat ini masih banyak bandar narkoba yang dapat mempengaruhi sistem pemerintahan Indonesia. Masih banyak para bandar narkotika kelas kakap yang masih melenggang bebas  di Indonesia dan sangat dekat dengan hukum.” Oleh seba itu Raheem menghimbau kepada Jokowi agar lebih tegas dan bijak lagi dalam mengusut serta menguak adanya jual beli hukum di Indonesia.

Jokowi Tetap Lakukan Eksekusi Mati

Setidaknya 10 terpidana kasus narkotika yaitu, Andrew Chan (WN Australia),  Myuran Sukumaran (WN Australia), Okwudili Oyatanze (WN Nigeria), Silvester Obiekwe Nwolise (WN Nigeria), Rodrigo Gularte (WN Barsil), Raheem Agbaje Salami (WN spanyol), Sergei Areski Atlaoui (WN Perancis), Martin Anderson alias Belo (WN Ghana), Zainal Abidin (WN Indonesia), dan Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina) menjalani eksekusi mati di  Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Dan sikap tegas presiden Jokowi inilaha menimbulakan berbagai polemik antar Negara, diamana beberapa Negara asal dari para terpidana telah melakukan berbagai hal untuk membujuk Jokowi menanggalkan keputusanya tersebut, mulai dari tukar nara pidana dan berbagai aksi lainnya. Namun sama seperti sebelumnya Jokowi tidak akan merubah keputusan kontroversialnya tersebut.

Terima kasih sudah membaca artikel Jelang Eksekusi, Terpidana Mati Kasus Narkoba Ini Kirim Surat Untuk Presiden Jokowi, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...

Penulis : - March 6, 2015