Kalau Nggak Ada Oknum Dalam yang Terlibat,Gimana Bisa Soal UN Bocor ?

Kalau Nggak Ada Oknum Dalam yang Terlibat,Gimana Bisa Soal UN Bocor

Heboh, Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Atas sedrajata SMA/SMK, saat ini baru saja selesai di lakukan. Namun usainya UN tersebut justru tidak membuat suasana menjadi tangan, justru semakin pelik, pasalnya kini telah beredar berita bahwa soal UN tahun ini telah bocor dan beredar di  media internet melalui google drive.

Kabar ini tentu saja membuat banyak pihak terkejut, publik menilai bahwa pemerintah telah lalai dalam mengamankan dokumen penting Negara tersebut hingga dapat bocor dan beredar di internet.

Ada oknum dalam yang terlibat dengan bocornya soal UN

Hebohnya soal UN yang bocor membaut sejumlah pihak terkejut,banyak pihak menduga bahwa ada oknum dalam yang bermain, sehingga soal UN bisa bisa bocor. Setidaknya 30 paket soal dari sekitar 11.730 paket soal UN telah beredar di internet melalui google drive. Kejadian ini tentu saja mendapat sorotan tajam dari pemrintah, pasalnya soal UN merupakan dokumen penting dan amat dijaga kerahasiaanya oleh Negara.

Saat ini pihak pembuat soal, mentri pendidikan dan juga pihak kepolisian tengah mengusut kasus yang dianggap merugikan negara tersebut.  Beberapa barang bukti telah dikumpulkan oleh pihak berwenang seperti, mesin scan, flash disk, CCTV, hard disk eksternal dan hard disk internal. Dari barang bukti yang telah dikumpulkan, kemudian pihak kepolisian akan segera menelisik siapakah pelaku yang membocorkan 30 paket soal tersebut.

Penyelidikan sampai pada Internet Protokol Adress

Tak hanya barang bukti berupa alat percetakan dan penyimpanan  yang dikumpulkan oleh pihak berwenang, kini pihak kepolisian juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap internet protokol address percetakan PNRI , mengingat pengaduan dari sorang pejabat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa soal tersebut bocor melalui Internet Protocol Adress PNRI.

Dalam kasus ini terdapat dua saksi dan empat orang terlapor dan sejumlah oknum juga  di duga telah terlibat. Jika memang benar hal tersebut terjadi, maka para pelaku itu akan dijerat dengan Pasal 32 Juncto Pasal 3 Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik Nomor 11 Tahun 2008 serta Pasal 322 KUHP yang di dalamnya terdapat Ancaman delapan sampai sepuluh tahun penjara serta denda hingga Rp 5 miliar besarnya.

Terima kasih sudah membaca artikel Kalau Nggak Ada Oknum Dalam yang Terlibat,Gimana Bisa Soal UN Bocor ?, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...

Penulis : - April 16, 2015