Kembali Mengamuk, G. Raung Sebabkan Delay Pesawat

Kembali Mengamuk, G. Raung Sebabkan Delay Pesawat

Kembali Mengamuk, G. Raung Sebabkan Delay Pesawat —Meletusnya gunung raung di wilayah perbatasan Situbondo, Jawa Timur, membuat abu vulkanik meluap dan meluas memenuhi jalanan di kawasan tersebut bahkan hingga menjangkau kawasan paling barat dari Pulau Bali yaitu, Jembrana. Meluasnya abu vulkanik tersebut, terjadi sejak tanggal 9 Juli 2015 kemarin, bahkan akibat ketebalan abu vulkanik tersebut, bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali telah ditutup untuk sementara hingga kondisi memungkinkan kembali untuk di buka.

Akibat penutupan tersebut, alhasil sejumlah penerbangan domestik maupun lokal terpaksa harus dibatalkan untuk meminimalisir bahaya. Pihak bandara tidak mau ambil resiko dengan luapan abu vulkanik yang semakin menjadi tersebut, karena jika penerbangan tetap memaksa maka bukan tidak mungkin pesawat akan mengalami sejumlah gangguan akibat abu yang sangat tebal.

Dampak bau vulkanik G. Raung

Bukan hanya penerbangan Bali ke kota lainnya atau sebaliknya, namun penerbangan rute Surabaya menuju Lombok dan sebaliknya saat ini juga tengah mengalami delay. Pasalnya rute yang ditempuh oleh pesawat dari Surabaya menuju Lombok atau sebaliknya juga mendapat dampak dari abu vulkanik gunung Raung.

Sekitar 10 penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta, menuju Bali atau sebaliknya, tepat pada tanggal 9 Juli malam, telah  dibatalkan akibat bencana tersebut. Akibat letusan Raung, sejumlah maskapai penerbangan harus mengalami kerugian.  Ada tiga bandara yang mengalami dampak terburuk dari letusan Raung yaitu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Lombok, dan Bandara Selaparang Mataram.

Baca juga : Pabrik Baru PT Mandom Makan Korban, Tumbal ?

Abu vulkanik akibatkan calon penumpang terlantar

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa, Gunung Raung di Jawa Timur tepat pada hari Minggu pagi kembali memuntahkan isinya yang berupa material debu vulkanik dengan warna yang lebih gelap dan disertai degan cahaya kemerahan. Getaran Gunung Raung saat ini masih terus terjadi dengan amplitudo mencapai 6-32 mm.

“Ini mengindikasikan adanya pergerakan fluida atau magma encer dari bawah kawah Gunung Raung,” ujar  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Saat ini status Gunung raung sendiri masih ditetapkan sebagai Siaga 3, dimana masyarakat dengan tempat tinggal dengan jarak radius 3 Km dihimbau untuk segera mengungsikan diri.

 

Terima kasih sudah membaca artikel Kembali Mengamuk, G. Raung Sebabkan Delay Pesawat, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...

Penulis : - July 11, 2015