Kontroversi Buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” Ajarkan Sex Wajar Saat Pacaran

Saatnya-Aku-Belajar-Pacaran-640x412

Penerbitan buku di Indonesia kian hari kian bebas saja, berbagia buku yang memuat segala hal berbau pornopun semakin merajalela, terbukti beberapa tahun ini dalam dunia perbukuan telah terbit komik bahkan buku yang menuai banyak sekali protes, pasalnya di dalam buku tersebut terdapat sebuah cerita mengenai hubungan intim antara laki-laki dan perempuan, hal ini tentu saja memberikan dampak yang tidak baik bagi perkembangan sikologi seorang pembaca, terutama jika yang membaca adalah anak-anak di bawah umur.

Belum usai masalah pemerintah menangani peredaran tersebut, beberapa waktu lalu telah muncul buku yang juga menuai kritik pedas, hampir sama dengan buku yang baru saja di bahas, buku tersebut juga mengulas mengenia sex, bedanya dalam buku ini tidak diceritakan secara rinci mengenai hal tersebut.

Kontroversi Buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran”

Terbitanya buku yang menceritakan tentang dunia pacaran ini sontak menghadirkan kecaman dari beberapa pihak, pasalnya di dalam buku ini terdapat sebuat bagian yang mengajarkan pasangan berpacaran untuk melakukan hubungan seks atau ML, hal ini tentuanya merupakan hal tidak baik bagi semua orang mengingat saat ini pengkonsumsi buku bukanlah orang dewasa saja namuan juga anak-anak dan remaja.

Sang pengarang dari buku tersebut, Toge aprilianto menuliskan bahwa “wajar jika seorang lelaki atau perempuan mengajak pasanganya berhubungan sexs”, menurut Toge hal tersebut merupakan hal yang wajar dan alamiyah karena dengan begitu pasangan terbukti masih memiliki energy untuk melakukan reproduksi, mengingat reproduksi merupakan hal wajar dimiliki oleh semua makhluk hidup di bumi.

Tanggapan Masyarakat terkait isi buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran”

Buku yang telah dirilis sejak 2010 silam ini mendapatkan pro dan kontra dari berbagai pihak, salah satu pihak yang menentang isi dari buku tersebut adalah anggota DPD asal DKI Jakarta Fahira Idris, ia mewakili seluruh masyarakat yang menentang isi dari buku “ Saatnya Aku Belajar Pacaran”, isi dari buku tersebut jelas tidak baik dan tidak pantas jika beredar di pasaran, dimana saat ini kondisi jiwa seorang anak saangatlah labil, ditambah lagi dengan peredaran buku yang demikian jelas saja menambah kecemasan semua pihak.

Terima kasih sudah membaca artikel Kontroversi Buku “Saatnya Aku Belajar Pacaran” Ajarkan Sex Wajar Saat Pacaran, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...

Penulis : - February 5, 2015