Miris! Kejaksaan Hancurkan TV Rakitan Seorang Pria Lulusan SD

Miris! Kejaksaan Hancurkan TV Rakitan seorang Pria Lulusan SD

SokTau.com – Entah apa kesalahan yang dilakukan pria yang hanya lulusan SD ini, yang Ia lakukan hanya mencari uang halal untuk sesuap nasi dengan kekreatifannya merakit TV. Kusrin adalah seorang yang hanya mampu mencari ilmu sampai Sekolah tingkat Dasar. Tetapi pria yang bertempat tinggal di Wonosari, Desa Jatikuwung, kecamatan Gondangrejo ini mempunyai bakat untuk memperbaiki barang-barang elektronik seperti televisi, radio dll. Dengan barang-barang bekas yang sudah rusak itu Ia kemudian merakit televisi.

Tv Rakitan Berbuah Petaka

“Awalnya Kusrin menerima servis berbagai jenis barang elektronik. Kemudian dia mencoba untuk merakit televisi dengan menggunakan barang-barang elektronik bekas,” Kata kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar, Teguh Subroto.

Kusrin merakit televisi dengan ukuran 14 sampai 17 inchi. Kusrin mampu menjual Barang-barang rakitan itu hingga keluar solo dengan harga yang tidak kalah banding dengan televisi-televisi merk terkenal mulai dari Rp.600 ribu hingga Rp.700 ribu. Hanya  Dalam waktu sehari Kusrin dapat membuat 30 rakitan televisi.

Tetapi sangat disayangkan, bakat kreatif Kusrin dengan televisi rakitannya yang diberi merk Veloz, Maxreen dan Zener, dianggap ilegal. Bengkel Kusrin, tempat Ia bekerja bernama “Haris Elektronik” yang akhirnya digrebek petugas Polda Jawa tengah pada maret tahun lalu, televisi-televisi rakitan Kusrin itu kini disita dan Kusrin ditahan untuk diadili. Televisi rakitan yang merupakan mata pencaharian Kusrin sebanyak 116 televisi telah dihancurkan petugas Kejaksaan Negeri Karanganyar, Jawa Tengah. Televisi-televisi hasil keringat Kusrin itu kini merupakan barang bukti dari kasus yang dialami Kusrin.

Baca Juga: Flek Hitam Mengganggu Penampilanmu Ini Cara Mengatasinya

Tv Rakitan Kusrin Tidak Memiliki Label SNI

Sejak awal Desember tahun lalu Kusrin telah dinyatakan bersalah. Karena telah terbukti membuat dan memasarkan televisi rakitan tanpa memiliki izin terlebih dahulu dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Pelaku dinyatakan akan menjalani  hukuman 6 bulan penjara dan dikenai denda sebesar Rp.2,5 juta. Pria berusia 42 tahun itu telah terbukti  melanggar hukum Pasal 120 (1) jo Pasal 53 (1) huruf b UU RI No. 3/2014 tentang Perindustrian.

Tak hanya itu, Kusrin juga dinyatakan telah melanggar Permendagri No. 17/M-IND/PER/2012 tentang perubahan Permendagri No. 84/M-IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan atau mengubah Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap tiga industri elektronika secara wajib. (lsm)

Terima kasih sudah membaca artikel Miris! Kejaksaan Hancurkan TV Rakitan Seorang Pria Lulusan SD, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...

Penulis : - January 13, 2016