Misteri Yang Akan Diteliti Nasa Ketika Gerhana Matahari Di Indonesia

Misteri Yang Akan Diteliti Nasa Ketika Gerhana Matahari Di Indonesia

SokTau.com – Sebelum terjadi Gerhana Matahari Total (GMT) pada hari rabu 9/2/2016 kemarin, Peneliti Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengaku sudah tidak sabar untuk melakukan pengamatan pada GMT di Indonesia. Ketika pengamatannya di Indonesia, salah satunya NASA akan mengamati bagian paling dasar dari atmosfer matahari yang biasa disebut korona.

Korona Menjadi Kunci Misteri Ini

Jika berbicara tentang studi matahari, selama ini korona telah menjadi perhatian para peneliti dan astronomi dunia. Korona tersebut memegang kunci atas misteri tentang matahari, mulai dari akselerasi angina matahari hingga munculnya ledakan awan dari material mahati CME (Tcoronak Mass Ejection). Tidak hanya itu, korona juga akan menjadi kunci dalam mengungkap misteri panas permukaan matahari secara menyeluruh.

Untuk mengungkap itu semua pada GMT di Indonesia, peneliti NASA akan mencoba instrument kamera baru. Ketika penelitiannya di Halmahera Maluku, peneliti NASA akan menguji instrument baru yang berupa kamera khusus.

Ahli antrofisika dari NASA Nat Gopalswamy mengatakan bahwa, kami datang ke Indonesia memasang eksperimen tersebut selanjutnya kami akan melakukan pengamatan bagaimana keadaan fisik dari korona matahari dengan sangat dekat permukaan matahari.

Penelitian NASA Ini Juga Untuk Mengukur Cahaya Yang Terpolarisasi

Instrument tersebut dapat membantu pengukuran cahaya yang terpolarisasi. Peneliti NASA membutuhkan itu untuk mempelajari electron yang ada pada korona matahari.

Nelson Reginald peneliti NASA yang ada di daerah Halmahera juga tidak sabar untuk menyaksikan GMT. Peneliti NASA tersebut mengatakan bahwa, pengamatan pada korona matahari tersebut sekaligus akan menguji instrument baru.

Para peneliti bisa mengurangi panjang dari waktu pengamatan yang dibutuhkan hingga 50 persen, kata Gopalswamy dengan instrument kamera terpolarisasi baru tersebut.

Nelson juga mengatakan bahwa ini merupakan eksperimen untuk menguji kemampuan kamera.

“kami ingin menguji eksperimen ini supaya kami tahu sejauh mana kemampuan polarisasi kamera. Untuk gambar yang dihasilkan mencapai 4 filter warna. Selain itu, kami sekaligus akan mengukur suhu serta kecepatan angina matahari.

Baca Juga: Inilah 6 Fakta Unik Gerhana Matahari Total 2016

Dalam penelitian tersebut, NASA berencana akan mengambil 59 detik eksposur korona matahari dalam jangka waktu 3 menit saat totalitas tersebut. Momen tersebut hanya dapat dilakukan ketika munculnya GMT, yaitu ketika seluruh matahari benar-benar tertutup oleh bulan.

Terima kasih sudah membaca artikel Misteri Yang Akan Diteliti Nasa Ketika Gerhana Matahari Di Indonesia, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...

Penulis : - March 10, 2016