Pemerintah China, Tetapkan Larangan Berpuasa Bagi Masyarakat Muslim

Pemerintah China, Tetapkan Larangan Berpuasa Bagi Masyarakat Muslim

Kembali ! Larangan Berpuasa Bagi Umat Muslim Diluncurkan Pemerintah China — Momen Ramadhan, merupakan momen penuh berkah yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia. Rasa bahagia dan syukur bisa dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan selalu saja menjadi hal paling sering ditemui di bulan Ramadhan. Momen yang hanya datang satu tahun sekali tersebut akan dimanfaatkan oleh para umat muslim sebagai momen mengumpulkan amalan dan pahala, pasalnya di bulan suci ini Allah SWT. akan melipat gandakan pahala umatnya yang menjalankan kebaikan.

Namun sayang rasa bahagia umat muslim ini, tidak dirasakan oleh beberapa masyarakat muslim di Tiongkok. Menurut kabar, pemerintah kota Xinjiang kembali melarang umat Islam yang bekerja di badan pemerintahan untuk melaksanakan ibadah puasa seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah China larang puasa untuk umat muslim

Bagi umat muslim dunia, puasa merupakan salah satu ibadah wajib yang termasuk dalam rukun islam. Namun apa jadinya jika puasa dilarang untuk dilaksanakan ?. Hal inilah yang terjadi pada masyarakat  China, khususnya mereka yang bekerja dalam dunia pemerintahan. Para pegawai muslim yang bekerja di  pemerintahan kawasan China di haramkan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Tak hanya dilarang, bahkan mereka juga dipaksa untuk bersumpah untuk mentaati kebijakan pemerintah yang telah melarang mereka berpuasa. Beberapa hari belakangan ini media dan situs resmi pemerintah Xinjiang, yang terkenal dengan Turkistan Timur, telah menerbitkan informasi resmi  larangan tersebut. larangan puasa tersebut berlaku bagi mereka yang beragam muslim dari kalangan  anggota partai, pegawai negeri, pelajar, dan para guru.

Baca juga : Syahrini, Tampilkan Kesan Glamour Untuk Style Ramadan Tahun Ini

Pemerintah China masih saja diam soal larangan ibadah puasa bagi muslim

Polemik mengenai larangan ibadah puasa bagi para umat muslim yang bekerja dalam dunia pemerintahan dan pendidikan, sejatinya telah lama di terapkan oleh Pemerintah Xinjiang, China. Hingga saat ini kebijakan tersebut masih saja berlanjut, dan dianggap telah melukai hak beragama masyarakatnya terutama mereka yang beragama muslim.

Dikawasan Jinghe dekat perbatasan Kazakhstan misalnya, di tempat ini badan pengawas makanan telah menghimbau dan mendorong pemilik rumah makan halal untuk tetap beraktifitas selama bulan Ramadhan. Bahkan sebagai imbalanya pemerintah Xinjiang menawarkan kebijakan untuk mengurangi kunjungan badan pengawasan bagi rumah makan mereka jika tetap buka selama Ramadhan.

Sama halnya dengan kabupaten Maralbexi, di sana dituntut untuk memberikan jaminan lisan yang menyatakan bahwa mereka “tidak beragama, tidak menghadiri kegiatan agama, dan tidak akan menjalankan ibadah puasa selama Ramadan”. Kebijakan ini tentu saja bakal memberatkan para penganut ajaran islam di awasan tersebut, oleh sebab itu diperlukan sebuah penanganan khusus untuk masalah ini. Dan meski kabar ini telah banyak beredar, namun hingga detik ini pemerintah Xinjiang masih saja bungkam terkait kabar tersebut. Mereka masih saja mengelak mengenai adanya larangan berpuasa bagi umat muslim padahal fakta telah membuktikan bahwa pemerintah setempat telah mengeluarkan larangan terhadap remaja usia 18 tahun ke-bawah menjalankan ibadah keagamaan.

Terima kasih sudah membaca artikel Pemerintah China, Tetapkan Larangan Berpuasa Bagi Masyarakat Muslim, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...