Presiden Jokowi Kecam Keras Shikap China Yang Mengklaim Kawasan Natuna Sebagai Wilayah Mereka

Presiden Jokowi Kecam Keras Shikap China Yang Mengklaim Kawasan Natuna Sebagai Wilayah Mereka

Presiden Jokowi angkat bicara terkait tindakan China yang mengklaim bahwa Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau sebagai bagian wilayah mereka. Dalam sebuah wawancara di salah satu surat kabar Jepang, Presiden menyarankan kepada China untuk lebih berhati-hati dalam menentukan peta perbatasan wilayah laut mereka.

Menurut Jokowi, sebanyak sembilan titik wilayah laut yang dikalim Tiongkok adalah perbatasan maritim mereka, ternyata tidak memiliki kejelasan hukum yang pasti, bahkan dasar hukum internasionalpun tidak dikantongi oleh Tiongkok. Bahkan indakan China yang mengklaim beberapa titik di wilayah Laut China Selatan sudah terjadi sejak lama,tak tanggung-tanggung konflik tersebut bahkan melibatkan 6 negara, yakni Malaysia, Brunei Darussalam, China, Taiwan,Filipina dan Vietnam. Alhasil setiap negara kini telah mematok landas kontinen masing-masing.

Ini alasan China ngotot memasukkan wilayah perairan Natuna sebagai wilayah mereka

Natuna wilayah ini memang telah dikenal dunia dengan SDAnya yang sangat melimpah, yang diklaim sebagia lokasi penyimpanan cadangan gas alamterbesar di Asia Pasifik, bahkan dunia. wilayah yang memiliki luas sebesar 141.901 Km2 tersebut, diketahui menyimpan cadangan gas dengan volume 222 triliun kaki kubik (TCT) dan apabila di ambil tidak akan pernah habis hingga 30 tahun mendatang.

Selain itu untuk potensi gas yang dimiliki Natuna sebesar 46 tcf (triliun cubic feet) setara dengan 8,383 miliar barel minyak. Potensi inilah yang tidak ingin di lepaskan oleh beberapa perusahaan asing seperti ExxonMobil (AS), Chevron (AS), Shell (Inggris-Belanda), Petronas (Malaysia), Total Indonesie (Perancis), StatOil (Norwegia), ENI (Italia) dan China National Petroleum Corporation (China) tidak ingin melepas untung dari kawasan sejuta kekayaan tersebut.

Peta yang digambar China bikin Indonesia geram

Seperti  yang telah diketahui sebelumnya  tahun 2009 lalu, China secar sepihak telah menggambar sembilan titik yang diklaim sebagai wilayah Zona Ekonomi Eksklusifnya. Sikap China ini awalnya sudah di kecam keras oleh  pemerintah Indonesia pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat Komisi Landas Kontinen PBB.

Peta dengan gambar garis putus-putus yang diklaim pembaruan atas peta 1947 membuat Indonesia bergejolak, padahal sebelumnya RI berencana akan menjadi penengah dari konflik perebutan wilayah Laut China Selatan oleh beberapa negara yang tengah bermasalah dengan China akibat perebutan wilayah maritim Laut China Selatan.

Terima kasih sudah membaca artikel Presiden Jokowi Kecam Keras Shikap China Yang Mengklaim Kawasan Natuna Sebagai Wilayah Mereka, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...

Penulis : - March 25, 2015