Tau Gak Misteri Legenda Gunung Kelud

Tau Gak Misteri Legenda Gunung Kelud

Gunung Kelud adalah salah satu gunung aktif yang ada di daerah Kediri dan Blitar Jawa Timur. Tentunya anda tahu dengan gunung berbentuk puncak strato ini. Ketinggian dari gunung ini mencapai 1.731 m dpl dan menjadi salah satu gunung paling istimewa di daerah Jawa Timur. Banyak sekali wisatawan yang datang untuk melihat keindahannya.

Pada tanggal 13 Februari 2014 kemarin memang Gunung Kelud meletus setelah terakhir kali mengalami hal yang sama pada tahun 1990. Anda tentunya tahu bagaimana Gunung Kelud meluluh lantangkan semua yang ada disekitarnya beberapa bulan yang lalu. Namun meskipun demikian Gunung Kelud tetap menjadi primadona kota Kediri dan Blitar.

Dibalik keindahan gunung Kelud ternyata menyimpan sebuah misteri. Salah satunya adalah legenda terbentuknya Gunung Kelud. Kami yakin anda pastinya penasaran dengan info unik yang akan kami sampaikan berikut ini. Menurut sebuah legenda Gunung Kelud ini terbentuk karena pengkhianatan cinta dari seorang putri yang bernama Dewi Kilisuci terhadap dua raja yang sangat sakti yang bernama Lembu Suro dan Mahesa Suro.

Ketika kedua raja sakti ini melamar ternyata Dewi Kilisuci menolak lamaran tersebut karena raja tersebut tak memiliki wujud layaknya manusia yaitu yang satu berkepala lembu dan yang satu lagi berkepala Kerbau. Namun karena Dewi Kilisuci takut akan amarah kedua raja sakti tersebut akhirnya ia membuat sebuah sayembara yang kemungkinan besar tak akan bisa dilakukan oleh manusia biasa. Sayembara itu adalah membuat dua lubang sumur didalam Gunung Kelud yang satu berbau amis dan yang satu berbau wangi dalam waktu satu malam.

Karena kesaktian tersebut akhirnya mereka berdua mampu melakukannya. Tak kehilangan akal demi menolak lamaran kedua raja tersebut Dewi Kilisuci akhirnya menyuruh Lembu suro dan mahesa suro untuk membuktikan apakah sumur tersebut benar-benar dalam yaitu dengan cara mereka masuk dalam sumur tersebut. Karena terperdaya dengan rayuan Dewi Kilisuci akhirnya mereka masuk dalam sumur dan Dewi Kilisuci menyuruh para prajurit untuk menimbun keduanya.

Namun sebelum mati lembu suro dan mahesa suro sempat berpesan yaitu membalas semuanya jauh lebih besar. Dan menjadikan Kediri sebagai kali (sungai), Blitar jadi latar (daratan) dan Tulungagung jadi kedung (danau). Hal ini memang masih dipercaya sampai saat ini dan untuk menolak balak terjadinya hal tersebut selalu dilakukan ritual Larung Sesaji setiap tanggal 23 Suro.

Terima kasih sudah membaca artikel Tau Gak Misteri Legenda Gunung Kelud, Silahkan share jika artikel tersebut bermanfaat dan jangan lupa untuk melihat juga artikel menarik lainnya...